ADIL KA' TALINO, BACURAMIN KA' SARUGA, BASENGAT KA' JUBATA...

Selasa, 14 Juni 2011

PLENO KPU, ASRI DITETAPKAN PEMENANG PEMILUKADA



Ngabang, Kalbar 14/6 (KABAR LANDAK) - Rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil perhitungan suara Pemilukada Landak oleh Komisi Pemilihan Umum Landak dijaga ketat aparat kepolisian, Selasa. Pasangan Adrianus-Heriadi (ASRI) ditetapkan pemenang.

Rapat dipimpin Ketua KPU Landak Sudianto didampingi anggota Theresia MS Ursus, Ya’ Dedi Sufriadi, Lomon dan Bonifasius. Tampak hadir Bupati Landak Adrianus Asia Sidot, jajaran Panwaslu dan unsur Muspida.

Perhitungan suara hanya dihadiri dua orang saksi, dari pasangan Adrianus-Heriadi diwakili Bernadinus Mariyadi dan saksi dari calon Suprianto-Sujarni diwakili Asman B Sadji, namun tidak mau menandatangi berita acara (BA).

Rapat pleno dimulai dari pukul 09.00 – 14.00 wib tersebut berlangsung lancar dari 13 panitia pemungutan kecamatan (PPK) membacakan rekapitulasi hasil dari wilayahnya masing-masing. Sehingga total suara pasangan nomor urut dua Adrianus Asia Sidot-Herculanus Heriadi (ASRI) menoreh 133.035 suara atau 64,96 persen, menyusul pasangan nomor urut satu Syahdan Anggoi – Honorius Bruno 59.257 suara atau 28,93 persen dan pasangan nomor urut tiga Suprianto – Sujarni 12.510 suara atau 6,11 persen.

Ketua KPU Landak Sudianto dalam keterangan persnya, berdasarkan berita acara rapat pleno terbuka KPU Landak nomor 183/KPU-Kab/VI/2011 tanggal 14 Juni 2011 telah ditetapkan pasangan calon bupati dan wakil bupati terpilih dalam Pemilukada 2011 yaitu pasangan DR. Drs Adrianus Asia Sidot, M.Si sebagai bupati dan Herculanus Heriadi, SE sebagai wakil bupati dengan perolehan suara 133.035 atau mencapai 64,96 persen.

“Kami atas nama penyelenggara KPU, PPK, PPS dan KKPS mengucapkan terima kasih yang sebasar-besarnya kepada semua pihak terkait baik pasangan calon dan tim kampanye, seluruh pengawas pemilu, aparat keamanan, pemerintah daerah, DPRD Landak, unsur muspida, para camat dan kepala deas, kepala dusun. Para wartawan, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta seluruh masyarakat Landak,” ungkap Sudianto.

Karena, lanjut Sudianto, atas dukungan semua pihak inilah pelaksanaan Pemilukada Kabupaten Landak dapat berjalan dengan aman dan lancar. “Kesuksesan adalah kesuksesan kita semua. Tuhan memberkati,” ucap Sudianto.

Terpisah, Kapolres Landak AKBP Firman Nainggolan juga mengucapkan semua pihak khususnya masyarakat Kabupaten Landak atas dukungan dan peran sertanya sehinggga pelaksanaan Pemilukada Landak dapat berjalan aman, lancar serta kondusif. “Mudah-mudahan rekan-rekan dan masyarakat mendapat balasan dan ridho dari Tuhan Yang Maha Esa,” tegas Nainggolan. (TIM)

Sabtu, 14 Mei 2011

Tiga Kandidat Teken Kesepakatan Damai



NGABANG. Tiga pasangan calon bupati dan wakil bupati Landak Syahdan Anggoi – Honorius Bruno, Adrianus Asia Sidot – Herculanus Heriadi dan Suprianto – Sujarni, berikrar dan teken kesepakatan bersama Pemilukada Landak 2011 secara damai, Kamis (12/5). Acara yang difasilitasi Polres Landak di aula kantor Bupati Landak itu dihadiri jajaran Polri, TNI, para stakeholder.

“Saya ingin pelaksanaan Pemilukada Landak betul-betul menyerap aspotasi masyarakat pada umumnya tentu berjalan aman, lancar, damai dan demoktratis,” kata Kapolda Kalbar Brigjen Pol Drs Sukrawardi Dahlan dalam pidatonya.

Menurutnya, aparat keamanan bercermin beberapa kejadian di daerah lain, sehingga pihaknya mulai dari Kapolda, Panglima TNI, Kapolres, Dandim dan jajaran lainnya sepakat dengan empat pilar negara republik Indonesia. “Tentu kita semua sepakat membantu memfasilitasi masyarakat yang ada di daerah ini menciptakan keamanan,” ujar Sukrawardi.

Kapolda juga menegaskan kepada jajaranya sebagai aparat kemananan harus netral dalam pelaksanaan Pemilukada. Ia meminta dalam pengamanan kepada pasangan calon secara sama. Jika ada para anggota polisi ada kekerabatan kepada para calon dan indikasi keterlibatan keperpihakan, agar masyarakat memberikan informasi maka ia akan perintahkan kepada kapolres untuk menginventalisasi.

“Kalau ada diantara anggota polisi, sersan maupun perwira ada hubungan emosional terhadap kandidat dan ada prilaku kurang netral mulai sekarang agar di inventarisasi dan dilaporkan, kita ambil langkah penertuban dan dari Pangdam juga demikian,” tegas Sukrawadi.

Ketua KPU Landak Sudianto mengatakan pihak KPU juga akan meminta kepada pasangan untuk penandatangan bersama kampanye damai. Karena jadwal kampanye yaitu 23 Mei hingga 5 Juni mendatang. Maka pada 23 Mei, masing-masing calon akan menyampaikan visi dan misi di DPRD Landak serta penandatangan kampanye damai kemudian dilanjutkan kampanye bersama keliling di Kota Ngabang.

“Sedangkan pada 5 Juni akan digelar debat publik pasangan calon bupati dan wakil bupati rencana akan digelar di aula kantor bupati Landak.

Ia menambahkan, kepada masyarakat yang terdaftar sebagai pemilih tetap untuk memberikan suaranya kepada pasangan calon bupati dan wakil bupati dengan cara mencoblos.

"Jumlah DPT sudah kita tetapkan 244.996 pemilih melalui pleno KPU yang sebelumnya pemaparan dan disetujui masing-masing tim sukses tiga pasangan calon, sedangkan jumlah TPS 949,"tandas Sudianto

Sementara itu, calon bupati Syahdan Anggoi mengaku setuju dengan digelarnya teken kesepakatan damai tapi hanya hanya tertulis saja dan harus diimplementasikan dilapangan.

Cawabup Heriadi mengatakan ia mengucapkan terima kasih kepada kapolda yang begitu besar perhatiannya terhadap daerah. Demi pelaknanan Pilkada ini, kita harap aman lancr tertib dan dami, sehingga siapapun nantinya yang terpilih harus legowo.

Cabup Suprianto meginginkan kedamaian di dunia dan surga, ia mengharapkan dengan adanya kepesakatan damai ini bisa dijalankan. Jangan hanya selogan saja dan harus di aplikasikan masing-masing. (rie)

*sumber: www.equator-news.com

Sabtu, 07 Mei 2011

Tambahan Ruang DPRD, Telan Dana Rp.6 M



NGABANG. Tidak hanya gedung DPR RI saja yang membangun gedungnya. DPRD Landak juga melakukan penambahan beberapa ruang di rumah wakil rakyat tersebut menelan Rp. 6 miliar.

“Kita anggarkan multiyears selama dua tahun anggaran dari 2010 hingga 2011 ini. Sekarang bangunan fisik sudah mencapai 40 persen,” kata Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Landak Erani MT dikonfirmasi di kantornya, Kamis (5/5).

Menurut Erani, adapun nama paket proyek senilai Rp.6 miliar tersebut terdiri pembangunan ruang fraksi, ruang komisi dan ruang sidang. Ditargetkan tahun rampung. “Ya, sekarang bangunan fisik sudah 40 persen, kita prediksi sekitar Agustus sudah selasai,” ujar Erani yang tidak menyebut perusahaan apa yang mengerjakan proyek tersebut.

Seperti diketahui, gedung DPRD Landak yang terletak di Jalan Ngabang-Pontianak KM III tersebut dari kejauhan memang terlihat besar. Namun, ada kekurangan ruang seperti ruang fraksi dan ruang alat kelengkapan DPRD lainnya. (rie)

Landak Siap Terapkan e-KTP

NGABANG. Kabupaten Landak tahun ini menerapkan KTP Elektronik (e-KTP) secara nasional. Aparat yang berkepentingan mulai dari kabupaten hingga desa agar melayani masyarakat dalam penerapan e-KTP yang merupakan program pemerintah pusat, dan masyarakat tidak dipungut biaya alias gratis.

“Kita berterima masih kepada pemerintah pusat, karena Landak satu dari empat kabupaten/kota di Kalbar ini yang diberikan kepercayaan untuk menerapkan e-KTP,” kata Bupati Landak Adrianus Asia Sidot saat sosialisasi e-KTP dari Tim Ditjen Dukcapil Kemendagri dengan camat, kepala desa se Kabupaten Landak, di Ngabang Jumat (6/5).

Ia mengintruksikan kepada kepala desa untuk mensosialisasikan kepada masyarakat di wilayahnya masing-masing terhadap peneratapan e-KTP ini, selain itu mulai melakukan pendataan dan melengkapi persyaratan-syaratan untuk pembuatan KTP tersebut.

“Kita beriwaktu 100 hari, masyarakat Kabupaten Landak ini harus sudah memikilik KTP Elektronik,” tegas Adrianus pria jebolan doktoral Universitas Padjajaran Bandung ini.

Ia menjelaskan, bahwa sarana dan prasana dalam program e-KTP semua dibiayani pemerintah pusat, sehingga masyatakat digratiskan tidak dipungut biaya. Pelayanan pembuatan KTP juga langsung di setiap kantor camat yang ada di Kabupaten Landak ini.

“Jika selama ini pembuatan KTP dipusatkan di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Kabupaten, nah untuk e-KTP ini langsung di kantor camat ada petugasnya,” kata Adrianus.

Sementara itu, T. Irvan DKA, Kasubdit Kualitas Penduduk tim dari Ditjen Dukcapil Kemendagri mengatakan, KTP berbasis NIK secara nasional yang selanjutnya disebut KTP Elektronik adalah KTP yang memiliki spesifikasi dan format KTP nasional dengan sistem pengamanan khusus yang berlaku sebagai identitas resmi yang diterbitkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipik kabupaten/kota.

“Penertiban e-KTP adalah pengeluaran KTP baru atau penggantian KTP, karena habis masa berlakunya, pindah datang, rusak atau hilang,” ujarnya.

Adapun manfaat e-KTP diantaranya, untuk mencegah dan menutup peluang adanya KTP ganda dan KTP palsu, sehinggga memberikan rasa aman dan kepastian hukum bagi penduduk. Selanjutnya untuk mendukung terwujudnya database kependudukan yang akurat, sehingga data pemilih dalam pemilu dan Pemilukada yang selama ini sering bermasalah tidak akan terjadi lagi, dan semuan warga negara Indonesia yang berhak memilih terjamin hak pilihnya.

“E-KTP juga dapat mendukung peningkatan keamanan negara sebagai dampak positif dari tertutupnya peluang KTP ganda dan KTP palsu, dimana selama ini para pelaku kriminal termasuk teroris, TKI ilalag dan perdangan orang umumnya menggunakan KTP ganda dan palsu,” tegas Irvan.

Ia menambahkan, e-KTP merupakan KTP nasional yang sudah memenuhi semau ketentuan yang diatur dalam UU No.23 tahun 2006 dan Perpres No.26 tahun 2009 dan Perpres No.35 tahun 2010, sehingga berlaku secara nasional. “Dengan demikian mempermudah penduduk secara mendapatkan pelayanan dari lembaga pemerintah dan swasta, karena tidak lagi memerlukan KTP setempat,” tandas Irvan. (rie)

*sumber: Harian Equator 07/05/2011

Tim Muda-Siyus Melaporkan KPU di Panwas

NGABANG. Ketua Penasehat Tim pasangan bakal calon Bupati dan wakil bupati Landak Muda Antartikawan- Siyus, Mansur SH menyampaikan laporan kepada Panwaslu tentang keberatan Keputusan KPU Landak yang diragukan.

“Kita sudah lapor kepada Panwaslu Landak tertanggal 28 April 2011 yang diterima langsung anggota Panwaslu Julya Darma SE selaku Divisi Pengawasan dan Hubungan Masyarakat,” kata Mansur dalam keterangan persnya, Rabu (4/5).

Menurut Mansur, keputusan KPU Landak diragukan dan dapat berakibat batal demi hukum. Kode nomor surat, dimana nomor tersebut tidak sama fakta pertama yaitu, Keputusan KPU No. 11/Kepts/KPU-Kab/019.45682/2011 tahun 2011 tentang penetapan calon bupati dan wakil bupati menjadi peserta pemilihan umum bupati dan wakil bupati landak tahun 2011.
“Pada lampiran tertulis kode nomor surat, nomor.12/Kpts/KPU-Kab/019.435682/2011, tanggal 20 April 2011 tentang hal yang sama dengan lampiran pada konsideran surat,” katanya.

Kemudian keputusan KPU No.12/Kpts/KPU-Kab/019.435682/2011tentang penetapan nomor urut pasangan calon bupati dan wakil bupati dalam pemilihan umum bupati dan wakil bupati Landak tahun 2011. Pada lampiran kode nomor surat hanya tertulis nomor.12 tahun 2011, tanggal 27 April 2011.

“Terlihat senyata Keutusan pada poin (a) diatas pada kode nomor…/…/…_.../019.45682/.... tanpa angka (3), pada lamporan poin (b) terdapat angka (3), demikian juga halnya pada Keputusan pada poin (c) pada kode nomor.../…./….-…/019.435682/… terdapat angka (3) pada hal sifat keputusan setara, dan pada lampiran hanya tertulis nomor: 12 tahun 2011,” jelas Mansur.

Selanjutnya fakta kedua, bahwa dalam lampiran keputusan komisi pemiluhan umum nomor 11/Kepts/KPU-Kab/019.435682/2011, telah dengan jelas dan terang kiranya dalam kolom partai yang mengusulkan nama pasangan calon bupati Suprianto STh.MSi – wakil bupati Sujarni SPd.

“Nah diantaranya di surat keputusan nama partai politik PNBKI namun pada lampiran keputusan ditulis nama partai PNPKI. Pertanyaan adalah apakah ada partai tersebut di kabupaten Landak sebagaimana tertera dalam keputusan yang dimaksud. Nah, berdasarkan fakta ini dari dua keputusan KPU Kabupaten Landak ditemukan pelanggaran administrasi,” ujarnya.

Berkaitan keberatan ini, diminta Panwaslu Landak untuk mengundang KPU Landak untuk menjelaskan dan memanggil ketua dan sekretaris atau setidak-tidaknya ketus DPC PNBKI dan ketua DPC PPDI untuk dimintai keterangan kebih lanjut terkait dengan dukungan dan pencalonan terhadap pasangan Suprianto – Sujarni. (rie)

*sumber: Harian Equator 05/05/2011

Aslan Pimpin LPTQ Landak


*Buat Program Jangan Muluk-muluk

NGABANG. Moh. Aslan SH terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Landak periode 2011 – 2016 dalam Musda ke II LPTQ Landak yang digelar, Selasa (3/5) di aula penginapan Jalan Mungguk.

Sejumlah peserta berawal menjaring bakal calon sebanyak lima orang yaitu Moh Aslan mengantongi 18 suara, H. Rohadi 14 suara, H. Sulaiman 9 suara, Zulkarnain 8 suara dan Hasan Basri 7 suara. Namun keempat bakal calon mengundurkan diri, sehingga Moh Aslan dinyatakan terpilih sebagai Ketua LPTQ.

“Terima kasih atas amanah yang diberikan rekan-rekan, Insya Allah langkah kita akan melanjutkan program yang lama dan membuat program yang baru sesuai kesepakatan kepengurusan yang baru kita ini,” kata Aslan yang juga anggota DPRD Landak dari PPP ini.

Sementara itu, Sekretaris LPTQ Provinsi Kalbar Jawari saat membuka Musda LPTQ Landak dalam sambutannya menegaskan, dalam membuat program kerja jangan muluk-muluk. Buat saja yang jelas dan riil jika ingin studi banding ke daerah lain harus ada hasilnya.

“Jadi LPTQ jangan sekedar serimonial saja dan harus memberikan corak dan makna bagi masyarakat. Jangan hanya menjalan kan program ketiga akan menghadapi pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ),” katanya

Ia juga mengharapkan untuk mencari kader-kader di masyarakat, karena selama ini jika ada kegiatan MTQ banyak mengambil qori dan qoriah dari luar atau ‘ngebon’. Maka kepada pengurus LPTQ yang baru nanti bisa menjadi perhatian tersendiri.

“Bisa saja menggandeng guru-guru ngaji tradisional, sehingga ketika ada MTQ bisa mencari kader di kampung. Nah ini yang harus dibina,” kata Jawari.

Kepala Kemenag Landak H. Mudjazie Bermawie juga mengharapkan kepengurusan LPTQ periode 2011-2016 untuk bisa membuat program sjala prioritas, mencari potensi kader-kader di Landak ini. Jika dengan jumlah umat Muslim yang ada paling tidak ada 15 orang kader saja sudah lumayan.

“Karena potensi untuk mencari kader banyak ada pondok pesantren dan madrasah di Kabupaten Landak ini. Misal untuk cabang tahfiz quran yang hanya 1 juz saja mustahil tidak ada kader sendiri dari Landak dan harus mendatangkan dari luar jika ada MTQ,” ujar Mudjazie. (rie)

*sumber: www.equator-news.com

Jumat, 29 April 2011

DISPENDA HANYA TANGANI PENDAPATAN RP 2 M

NGABANG. Kepala Dispenda Landak, Alexsius Asnanda, menjelaskan bahwa pihaknya hanya menangani pemungutan pendapatan sebesar Rp 2 miliar saja.

Dari 3 perda retribusi yang disepakati, Perda Retribusi Jasa Umum, Perda Retribusi Jasa Usaha, dan Perda Retribusi Perijinan Tertentu, Dispenda hanya menangani item retribusi tempat penginapan dan pesanggrahan/Villa.

"Kita hanya menangani pungutan retribusi pesanggrahan, ini memang langsung dipegang Dispenda. Retribusi lainnya dipungut instansi terkait," kata Alexsius Asnanda.

Selain itu, pihaknya juga menangani pendapatan dari pajak pemasangan reklame bisnis dan promosi di wilayah kabupaten Landak.

"Retribusi yang lainnya dipungut oleh instansi terkait, kemudian bendahara mereka menyetor langsung ke kas daerah. Dispenda hanya menerima bukti surat tanda setor saja," jelas Asnanda.

Sumber: http://pontianak.tribunnews.com/read/artikel/21535